Rabu, 09 Oktober 2013

Fenomena Unik

Danau di Tanzania Mengubah Hewan Menjadi `Batu` 

    oleh: Akita Han ^_^

Danau Natron menyimpan rahasia mematikan. Di satu sisi ia menjadi lokasi kawin dan berkembangbiak bagi 2,5 juta Lesser Flamingoes (Hoenicopterus minor) yang terancam punah. Burung berkaki panjang itu bisa dengan tenang menyantap alga spirulina, terlindung dari para predatornya.

Namun, bagi hewan lain, perairan di utara Tanzania itu bak neraka. Danau alkali dangkal dengan kedalaman kurang dari 3 meter itu adalah kuburan bagi ribuan burung dan hewan kecil. Bahkan si flaminggo yang tak hati-hati bakal mati.
Natron adalah danau garam, airnya memiliki pH sampai 10,5, begitu kaustik hingga bisa membakar kulit dan mata hewan yang tidak bisa beradaptasi dengannya. Ditambah lagi dengan suhu airnya yang bisa mencapai 60 derajat Celcius.

 
Danau Natron, namanya diambil dari natron -- mineral natrium karbonat dekahidrat (sodium carbonate decahydrate) yang biasa digunakan orang Mesir kuno mengeringkan orgaan selama proses mumifikasi atau membuat mumi.
Kandungan mineral dalam airnya juga punya fungsi sebagai pengawet bangkai hewan malang yang tercebur lalu mati. Membuat mereka seakan dicelupkan dalam adonan semen. 
Alcolapia alcalica
Satu-satunya spesies hewan yang dapat bertahan hidup di bawah permukaan danau adalah alkaline tilapia (Alcolapia alcalica), ikan sejenis nila yang bisa bertahan hidup di sepanjang tepi yang airnya kurang asin. Juga sejumlah bakteri.

Fotografer alam liar, Nick Brandt menggunakan bangkai-bangkai hewan di Danau Natron sebagai model dari serial fotografi terbarunya yang mengerikan.
"Menemukan mereka terdampar di sepanjang tepian Danau Natron, saya pikir sangat luar biasa. Bayangkan, setiap detil, dari ujung lidah kelelawar, rambut-rambut kecil di wajahnya, seluruh tubuh elang pemakan ikan, diawetkan dengan sempurna," kata Brandt seperti dimuat CBSNews.com, 3 Oktober 2013.
Belum diketahui bagaimana bisa burung-burung dan kelelawar terjun dalam air yang mematikan. Menurut Brandt, mungkin mereka bingung dengan "refleksi alami ekstrem" pada permukaan danau tersebut -- yang kerap berubah warna. Mirip dengan fenomena burung terbang ke arah jendela kaca dan menabraknya.
Saat memotret bangkai binatang yang kini mirip patung itu, Brant memutuskan untuk membuat mereka dalam posisi seakan masih hidup. Menaruh mereka di ranting pohon atau di atas air. "Aku menempatkan mereka dalam posisi 'hidup'. Seakan hidup lagi setelah mati," kata dia.
Sebagian hasil karya Brant kini dipamerkan di Hasted Kraeutler Gallery di New York dan akan dipublikasikan dalam buku fotografi berjudul, "Across The Ravaged Land".

"Asal Usul Natron"
Garam yang terkandung di Danau Natron tidak seperti garam masak yang dipanen dari laut. Melainkan kapur magmatik yang telah ditempa dalam bumi, keluar melalui aliran lava, dan disemburkan ke udara menjadi awan abu setinggi 10 mil.
Pelakunya adalah Ol Doinyo Lengai, sebuah gunung berapi berusia 1 juta tahun yang terletak di selatan Danau Natron.
  
Hannes Mattsson, seorang peneliti di Swiss Institute of Technology di Zurich mengatakan, gunung berapi lain biasanya memuntahkan silikat, namun Ol Doinyo Lengai adalah satu-satunya di planet ini yang menyemburkan "natrocarbonatite" -- yang kaya akan sodium, kalium karbonat, nyerereite dan gregoryite. Jauh lebih asin dari silikat.
Material abu vulkanik lalu dikumpulkan air hujan yang masuk ke danau. Itu menjelaskan mengapa hewan yang tercebur di dalamnya terlihat seperti telah jatuh dalam ember semen. Air danau juga mengalami lonjakan salinitas karenanya.
Sementara, Gunung Ol Doinyo Lengai telah meletus sedikitnya delapan kali sejak 1883. Terakhir meletus pada 2007 lalu...
Think Again...


Rabu, 17 Juli 2013

Haloha Saudara.....
kali ini kita akan membahas mengenai cara untuk tetap bugar saat menjalani puasa
Ketika menjalankan ibadah puasa, tubuh tak mendapatkan pasokan makanan selama sekitar 14 jam. Dalam keadaan tersebut, sistem metabolisme tubuh pun melambat.
Saat kondisi ini terjadi, tubuh akan lebih mudah merasa lemah dan lesu. Ini karena tubuh menghasilkan energi menggunakan cadangan lemak dalam tubuh.

Agar tubuh tetap bugar selama berpuasa, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan beberapa tips berikut ini.

1. Berbuka puasa dengan air putih dan makanan manis yang berasal dari buah-buahan, kurma dan lain-lain. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan atau meningkatkan kadar gula darah yang sempat rendah ketika berpuasa.

2. Setiap kali berbuka puasa dan sahur, hidangan minimal harus ada salah satu jenis yang berasal dari empat kelompok makanan, yaitu makanan pokok (beras, jagung, roti, ubi), lauk-pauk (kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, ayam, susu dan hasil olahannya), sayur (semua jenis sayur-sayuran), dan buah (semua jenis buah-buahan).

Khusus untuk buah, dianjurkan untuk makan hanya seporsi terutama setelah salat Tarawih atau menjelang tidur. Bukan hanya itu, hindari pula kebiasaan merokok saat berbuka dan waktu sahur.

3. Hindari menyantap makanan terlalu asin setiap hari, baik pada saat berbuka puasa maupun sahur. Makanan yang terlalu asin dapat menyebabkan tubuh mudah dehidrasi.

4. Hindari konsumsi makanan tinggi lemak setiap hari, baik pada saat berbuka puasa maupun sahur.

5. Perbanyak minum air putih delapan atau sepuluh gelas mulai buka puasa sampai waktu sahur. Hindari minum minuman beralkohol.

6. Asap rokok membahayakan diri dan orang-orang sekitar Anda. Bulan puasa merupakan saat yang tepat untuk berhenti merokok sehingga pada bulan-bulan berikutnya akan lebih mudah meninggalkan perilaku tersebut.

7. Lakukan aktivitas fisik yang memungkinkan, seperti skipping, joging, atau bersepeda.

8. Untuk mengatasi stres selama puasa, cobalah memperdalam agama dan memperbanyak ibadah.

9. Kontrol tekanan darah secara rutin bagi penderita hipertensi, kontrol gula darah secara teratur bagi penyandang diabetes, dan kontrol secara rutin untuk penyakit tidak menular lainnya.

10. Kenali tanda-tanda penyakit, baik hipertensi, hipoglikemi dan gejala penyakit tidak menular lainnya. Kenali juga tanda-tanda kegawat-daruratan penyakit tidak menular yang mungkin terjadi.

11. Bila diperlukan obat-obatan seperti untuk hipertensi, diabetes, aasma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Kemudian sesuaikan jadwal minum obat selama bulan puasa, misalnya saat berbuka puasa, sebelum tidur dan sahur. Selain itu minum secara teratur sesuai anjuran dokter.
Selamat Mencoba :) ....

Selasa, 16 Juli 2013


Semua pasti ingat film Komedian Warkop yang di bintangi oleh Kasino, Indro dan Dono.

 
Biasanya saat film ini habis maka ada 1 kalimat penutup yang aneh tapi membuat kita untuk menerka-nerka maksud maksud dari kalimat "Tertawalah Sebelum Tertawa itu Dilarang"
inilah yang membuat cikal-bakal manfaat tertawa, berikut cuplikannya( ecek2nya film)
Tertawa sangat baik untuk kesehatan......

Mau tau kenapa?
1. Tertawa membuat seluruh tubuh menjadi rileks. Tertawa yang baik dan tulus (tidak dibuat-buat) melepaskan tekanan dan stres fisik, sehingga mengistirahatkan otot-otot hingga 45 menit setelahnya.
2. Tertawa meningkatkan sistem ketahanan tubuh. Tertawa menurunkan hormon stres serta meningkatkan sel imun dan antibodi tubuh sehingga kamu lebih kuat dan tidak mudah sakit.
3. Tertawa memicu lepasnya endorfin, suatu bahan kimia alami dalam tubuh. Endorfin meningkatkan rasa bahagia secara keseluruhan dan mampu menghilangkan rasa sakit sementara.
4. Tertawa melindungi jantung. Tertawa meningkatkan fungsi pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah, sehingga terhindar dari serangan jantung dan masalah jantung lainnya.

Yuk, isi hari-harimu dengan tawa! Asal jangan tertawa sendiri ya!